Kamis, 05 Juni 2008

seri Twilight

Annyong haseyo!!

Huff. Kayaknya udah lama banget saia gak posting blog ini. Soalnya akhir-akhir ini, kegiatan saia sedang gak menentu a.k.a sibuk. Jadi belum sempet buat posting blog mengenai update terakhir tentang hidup saia (halah). By the way, saia ingin berterimakasih buat beberapa orang yang udah menyempatkan diri untuk mengunjungi blog saia dan meninggalkan comment.

Arigato gozaimasu!!

Khususnya salah satu comment yang memberitahu saia tentang adanya forum Indonesia tentang novel (serial) Twilight. Wah, saia seneng banget, karena—jujur aja—saia sama sekali gak tau kalo novel Twilight karangan Stephenie Meyer itu ada lanjutannya, bahkan udah mau nyampe buku keempat! Wow.

Sejauh ini, saia sudah menyelesaikan sampai seri ketiga, yaitu Eclipse. Dan saia rasa minus mata saia bertambah, karena saia membaca novel ini dalam bentuk PDF. Yup, jadi saia harus rela mantengin laptop sampai berjam-jam demi memenuhi kehausan saia akan kisah Bella Swan dan Edward Cullen. Dan sekarang berhubung novel keempat belum terbit, saia pun menghibur diri dengan membaca novel Stephenie Meyer yang lain (diluar serial Twilight) yaitu The Host. Tapi saia belum bisa nulis resensi novel itu disini, karena selain saia belum selesai bacanya, saia juga belum punya waktu yang memadai buat nulis resensi novel.

Oke, singkatnya, dalam posting kali ini saia ingin menginformasikan kalo novel Twilight yang pernah saia tulis resensinya disini ada lanjutannya. Urutannya adalah sebagai berikut :
1. Twilight

2. New Moon

3. Eclipse

4. Breaking Down (coming soon)

Cuma, sampai hari ini, yang ada versi Bahasa Indonesia-nya baru Twilight aja. Jadi, harap bersabar ya, guys! Oia, Twilight juga udah dibikin filmnya (yes!), tapi baru akan tayang kira-kira bulan Desember tahun ini. Official trailer-nya udah bisa diliat/di-download di YouTube, tapi ntar kalo sempet saia akan tampilin di blog ini deh. Tadinya saia bertanya-tanya, “siapa ya yang jadi Edward???” (harapan saia sebenernya sih Hayden Christensen), dan ternyata pemeran Edward adalah pemeran Cedric Diggory dalam film Harry Potter and The Goblet Of Fire. Hmm, awalnya sempet kecewa pas ngebayanginnya, soalnya kok kayaknya kurang pas, tapi pas liat trailer-nya, hmmm...not bad. I kinda think that he’s kind charming, though. Hehe. Pokoknya dia terlihat beda-lah, waktu di HarPot kan rambutnya pirang, nah kalo di Twilight, rambutnya jadi warna gelap jadinya kontras banget ama kulitnya yang pucat... Cute.. Dan yang jelas, yang jadi Bella-nya cantik (paling gak menurut saia), saia lupa namanya, ntar deh ya di Posting berikutnya saia cantumin dengan lebih akurat mengenai Twilight the movie.

***

Tadi saat saia membaca majalah yang tergeletak di meja makan, saia melihat salah satu artikel yang membahas tentang angka dan kepribadian. Hmmm..jadi tertarik... Hehe. Caranya simpel banget, tinggal nambahin semua angka dalam tanggal lahir sampe menghasilkan angka dari 1-9, trus kalo udah ketemu hasilnya, tinggal baca analisa kepribadian kita menurut angka itu deh.

Setelah saia menghitung-hitung, saia mendapatkan hasil akhir 7. And here’s the result...

Berjiwa damai dan penyayang, tapi analitis dan tidak terlalu terbuka. (check)

Kekuatan diri kamu terlihat dari dalamnya cara berpikir (check gak ya? You choose!). seorang intelektual yang selalu mengumpulkan pengetahuan dan ilmu baru dalam setiap hal yang kamu temukan.

Gak akan menerima begitu saja sebuah pandangan tanpa mengetesnya dan memperoleh konklusi sendiri. (check!! Ini saia banget. Hehe)

Kamu udah bijaksana sejak muda.(Alhamdulillah kalo bener..) Kamu butuh ketenangan agar bisa mengenali isi hati. (check) jumlah temen kamu sedikit, tapi semuanya sangat dekat. Maklum, kamu agak tertutup dan gak suka ngumpul-ngumpul sama banyak orang (bener banget!!!!). Gara-gara itu, beberapa orang menganggap kamu sombong padahal kamu Cuma tipe penyendiri kok. (yah, saia emang sering di”tuduh” sombong beberapa kali. But, it’s okay!)

Sifat negatif kamu adalah manja dan egois, untungnya Cuma sedikit. (masa sih? Kalo kamu nanya ama pacar saia, pasti dia gak setuju kalo dibilang sedikit..hehe) Yang lebih perlu diperhatikan adalah pengontrolan emosi karena emosi kamu bisa naik turun dalam waktu yang singkat alias gak stabil. (ups, lagi2 check!)

Hmmm..gimana?? saia udah nyoba dan mendapat hasil yang bisa dibilang 90% akurat. Mau coba juga???

Selasa, 13 Mei 2008

rescue me...

Saya baru aja selesai ujian (lagi), dan lagi-lagi saya gak yakin akan hasilnya.

Damn
.

Tapi gak heran sih, karena (lagi-lagi) saya baru mulai belajar SATU hari sebelum ujian. Bodoh. Bodoh, kenapa sih selalu aja mengulang-ulang kesalahan yang sama?!
Satu-satunya penghiburan saya adalah ketika saya membahas soal-soal ujian dengan salah satu teman saya yang ehm, bisa dibilang jauh lebih rajin daripada saya, ternyata jawaban saya gak parah-parah amat.Banyak yang sama ama dia. Alhamdulillah.. Mudah-mudahan kali ini "tembakan" saya tidak terlalu banyak yang meleset. Dan mudah-mudahan jawaban teman saya itu juga bener semua. Baik kan ,gw? Hehe.

Cukup tentang ujian, saya ingin ngomongin hal lain aja. Tapi APA? Sekarang ini, jujur aja, saya merasa sedang dalam masa-masa dimana otak saya mulai membeku, afek saya semakin menumpul (euh), dan kurang bergairah (???). Intinya, kalo SEKARANG saya disuruh ngisi GDS, mungkin saya akan memperoleh hasil : kemungkinan depresi. Ha!

Aaaarrgghhh.

Saya ingin teriak, ingin nangis, ingin marah-marah, ingin lari...

I just never thought that my life could feel THIS lonely..

Anyone, please..rescue me.


Selasa, 01 April 2008

Resensi Novel Twilight oleh Stephenie Meyer


Novel ini adalah novel yang ditujukan untuk remaja dengan tebal 518 halaman. Saya baru saja membelinya dua hari yang lalu (tgl 26 Maret 2008, skrg tgl 28 Maret 2008). Dan saya telah menyelesaikannya kemarin sore. Pasalnya ada dua. Pertama, buku ini bagus banget (paling tidak menurut saya) dan ceritanya cukup unik (dan romantis tentu saja, it’s a must, haha). Kedua, hari itu saya sedang kecewa berat dengan salah satu hasil PPHB saya yang sangat jauh dari target (gak perlu saya sebutkan berapa, pokoknya mengecewakan) dan saya pun tiba-tiba jadi sangat ingin menghabiskan waktu sendirian di kamar. Karena entah kenapa, saat saya ditemani dengan pacar saya, sepertinya alam bawah sadar saya segera mengambil alih kendali tubuh saya dan saya pun otomatis merasa ‘rapuh’ dan ingin dilindungi. Agak berbelit-belit ya? Yah, intinya saya jadi terus dan terus menangis. Ups.


Karena itu saya memutuskan untuk sendirian dan menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal yang menyita pikiran dan pandangan saya. Untungnya pacar saya sangat mengerti. Kadang-kadang saya lupa kenapa saya bisa mencintai dia , tapi ini adalah salah satu hal yang mengingatkan saya. Ada ribuan hal lainnya tentu saja, tapi sekarang (atau lebih tepatnya saat itu) saya hanya ingat satu.

***

Novel ini ditulis dalam sudut pandang sang tokoh utama, Isabella Swan (Bella), yang harus pindah dari Phoenix ke kota kecil bernama Forks yang terletak di barat laut Washington untuk tinggal bersama ayahnya, Charlie. Bella yang selama ini tinggal bersama ibunya, Renee, memutuskan hal tersebut untuk memberi kesempatan pada ibunya yang baru menikah dengan suami barunya, Phil, agar dapat menikmati kehidupan pernikahannya yang baru tanpa beban. Bukan berarti Bella tidak menyukai Phil, hanya saja Phil selalu hidup berpindah-pindah, dan Bella berpendapat itu tidak akan baik untuk hidupnya dan mungkin ini adalah kesempatan untuk lebih mengenal ayah kandungnya.


Kota Forks dan Phoenix berbeda dalam banyak hal. Dari mulai cuaca hingga jumlah penduduknya. Bella selalu membenci Forks, dan sangat mencintai Phoenix. Tapi ternyata di Forks-lah ia bertemu dengan Edward Cullen. Edward adalah pemuda bertubuh kurus dengan rambut berwarna perunggu. Dan sangat tampan. Pengarang menyebut ketampanan Edward sebagai “keindahan luar biasa yang memancarkan kekejaman”. Dan dia VAMPIR. (HA! Now you know why I love this book!)


Namun tidak seperti vampir kebanyakan, Edward dan keluarganya (yang semuanya vampir) tidak memburu manusia, melainkan memburu hewan sebagai gantinya. Hanya saja, Edward mengakui bahwa ‘aroma’ Bella merupakan godaan yang amat sangat berat baginya, sehingga karena alasan itulah Edward bersikap sangat kasar saat pertama kali bertemu Bella. Belakangan ia mengakui karena saat itu ia begitu terobsesi dengan aroma tubuh Bella yang membuatnya sangat haus akan darahnya. Perasaan itu diungkapkan sebagai berikut,


“Bagiku kau rasanya seperti semacam roh jahat yang dikirim langsung dari nerakaku sendiri untuk menghancurkanku. Aroma yang menguar dari kulitmu...Kupikir akan membuatku gila pada hari pertama itu. Dalam satu jam itu aku memikirkan seratus cara berbeda untuk memancingmu keluar dari ruangan itu bersamaku, agar aku bisa berdua saja denganmu...”


“Tentu saja, kemudian kau nyaris mati tepat dihadapanku. Baru setelahnya aku menemukan alasan yang sangat tepat mengapa aku beraksi saat itu—karena jika aku tidak menyelamatkanmu, jika darahmu tercecer disana didepanku, kurasa aku takkan bisa menghentikan diriku mengungkapkan diri kami sebenarnya. Tapi aku baru memikirkan alasan itu setelahnya. Saat itu, bisa kupikirkan hanyalah,”Jangan dia.””


Tapi lebih dari semua itu, Edward sangat mencintai Bella. Sangat melindungi Bella. Dan Bella begitu irrasional dapat menerima kenyataan siapa sebenarnya Edward dengan begitu tenang. Tapi saya rasa, saya pun akan bersikap seperti Bella dicintai dengan amat sangat oleh Edward. Siapa sih yang bisa bilang ‘tidak’ dengan laki-laki tampan, pintar, dan vampir BAIK. What else could a girl ask for?


Masalah timbul ketika vampir dari koloni yang berbeda datang berkunjung ke Forks. Koloni ini adalah kategori pemburu. Yup, pemburu manusia. Dan salah satu dari mereka tiba-tiba saja terobsesi dengan Bella. Selain karena ‘aroma’nya yang enak juga karena kenyataan bahwa Edward melindungi Bella. Pemburu itu, bernama James, merasa tertantang. Dan kejar-kejaran pun dimulai dengan melibatkan seluruh keluarga Edward yang berusaha menyelamatkan Bella. Ada satu momen yang saya sukai saat ini, yaitu saat Bella mengkhawatirkan keluarga Edward karena berusaha menyelamatkan dengan segala upaya dan mengungkapkannya pada Alice, adik Edward.


Alice menjawab,”Hampir satu abad lamanya Edward seorang diri. Sekarang dia telah menemukanmu. Kau tak bisa melihat perubahan yang kami lihat, kami telah bersama dengannya untuk waktu yang lama. Kau pikir kami tega menatap dalam matanya selama ratusan tahun yang akan datang bila dia kehilangan dirimu?”


Manis banget, kan?


Jadi cinta memang tidak hanya untuk sepasang kekasih, kan?


Intinya, novel ini sangat layak dibaca untuk kalian yang suka akan kisah cinta yang tidak biasa. Memang, novel ini tidak ‘sedalam’ novel The Time Traveller’s Wife karangan Audrey Niffenegger, tapi novel ini sangat indah dengan caranya sendiri. Tambahan lagi novel ini masih cocok dibaca untuk kalangan remaja. So guys, what’re you waiting for? Go grab this book on store or you can borrow mine. Karena tujuan utama saya menulis resensi-resensi dari novel-novel yang saya sukai adalah untuk menemukan orang-orang yang juga mencintai buku-buku yang saya cintai.


Oia, harga buku ini 60000 IDR di Toko Buku Gramedia, agak mahal tapi layak kok.


Rating pribadi saya adalah DELAPAN dalam skala 1-10.


P.S Saya tidak menceritakan lebih detil lagi karena takut akan merusak semua hal-hal menarik yang seharusnya tetap jadi kejutan.


P.S.S WARNING : yang akan saya tulis di bawah ini mungkin termasuk kategori spoiler...

...It has a beautiful happy ending...

Jumat, 14 Maret 2008

Aku Cinta Farmako (bohong BESAR)

Halooo...

Apa kabaaaarr?

Udah lama nih gak update blog posting, kangen bgd! Beberapa hari terakhir ini gue sibuk ikut Semester Pendek atau—klo ingin make istilah yang lebih tepat—Program Peningkatan Hasil Belajar Modul Pengantar Laboratorium Medik (bener gak ya? Yah, pokoknya gitulah yaa..) Secara pribadi gue lebih suka menyebutnya sebagai SP.

Ngomongin masalah SP, gue pengen cerita atau lebih tepatnya curhat ttg obsesi gue (atau penyesalan gue) buat ngedapetin IPK ‘lebih’. Ada satu penyesalan dalam diri gue (ehm) kenapa gak dari dulu-dulu aja gue ngambil SP 2 siklus sekaligus dalam tiap akhir semester. Masalahnya selama ini gue cuma ikut SP kalo ada mata kuliah yang gak lulus aja. Gue selalu amat malas untuk meningkatkan nilai yang sudah ada. Dan sekarang gue baru menyadari bahwa IPK gue kurang dari harapan gue.

Damn.

Sebenarnya IPK gue gak jelek, tapi juga gak bagus-bagus amat. Standar. Dan gue benci itu. kok keliatannya gue gak mensyukuri ya? Karena diluar sana masih banyak temen-temen gue yang IPK-nya lebih buruk dari itu dan sepertinya nyantai-nyantai aja. Tapi, sepertinya sama seperti kita gak boleh selalu nengok ke ‘atas’, menurut gue gak baik juga klo kita terus-terusan nengok ke ‘bawah’. Karena setiap gue nengok ke ‘atas’, gue ngerasa iri setengah mati dengan orang-orang yang prestasinya di atas gue dan berpikir, “Kalo dia bisa, kok gue gak sih?”

Dan mulailah hitung-hitungan target nilai dimulai, dan sepertinya gue mulai agak terobsesi. Karena sempet beberapa hari yang lalu, saat gue masih dalam persiapan menuju ujian SP MP6, gue jadi angin-anginan ama cowok gue. Gampang marah Cuma karena dia ngajak ngabisin waktu berdua bentaarr aja. Cowok gue ampe bilang, “Kenapa sih sayang? Kamu tuh sebenarnya punya banyak waktu.”

Waktu itu gue melotot sambil ngelirik dia sebel, menatap dengan tatapan permusuhan, persis kayak anak kecil yang dibilangin kalo makan jempol itu SALAH. Tapi sekarang setelah semua udah lewat (ujiannya maksud gue, bukan makan jempolnya), gue baru nyadar bahwa cowok gue bener. Karena waktu itu gue marah-marah ama dia saat LIMA hari sebelum ujian. Abis gimana dong, gue pengeeennnn banget naikin nilai gue jadi A. Minimal sih B+. ITU obsesi gue.

Karena itu untuk ujian kali ini, gue bela-belain ngebaca dan mencoba memahami mata kuliah Antimikroba padahal biasanya materi kuliah ini langsung gue lewatin gitu aja dan hanya berharap atas keberuntungan gue aja. Kenyataannya? Gue tetep bingung dan akhirnya TETAP mengandalkan insting gue.. tapi ada perkembangan sihhh.. kali ini tebakan-tebakan gue ada yang ‘nyangkut’. Yes! Hoho. ^_^V gak banyak sih, tapi lumayan lah..

Doain gue ya, mudah-mudahan obsesi gue jd kenyataan..